Gasku adalah bahan bakar gas (BBG) berbasis compressed natural gas (CNG) untuk sektor transportasi
Gasku dirancang sebagai bahan bakar dengan yang lebih ramah lingkungan dan ekonomis. Gasku menghasilkan emisi yang lebih rendah sekitar 25%-35% dibandingkan dengan bahan bakar fosil lainnya. Gasku merupakan salah satu pilihan energi alternatif yang ramah lingkungan dan mendukung solusi kemandirian energi dalam negeri karena pasokan Gasku 100% berasal dari dalam negeri
Mengapa memilih Gasku?
Secara teknis, GasKu adalah merek dagang untuk produk Compressed Natural Gas (CNG) yang diformulasikan khusus oleh PT Gagas Energi Indonesia (Subholding Gas Pertamina) untuk sektor transportasi dan industri. Berbeda dengan LPG (Liquefied Petroleum Gas) yang terdiri dari campuran Propan dan Butan, GasKu merupakan gas alam (didominasi Metana/C1) yang dikompresi hingga tekanan tinggi sekitar 200 bar.
Proses kompresi ini bertujuan untuk meningkatkan densitas energi sehingga gas dapat disimpan dalam tabung (cylinder) dengan volume yang efisien tanpa mengubah wujudnya menjadi cair. Hal ini menjadikannya bahan bakar yang sangat stabil dan aman untuk sistem pembakaran internal kendaraan.
Berikut adalah tabel perbandingan teknis singkat untuk memudahkan pemahaman Anda:
Fitur Teknis | GasKu (CNG) | BBM (Pertalite/Pertamax) |
Wujud Zat | Gas Terkompresi | Cairan |
Angka Oktan (RON) | > 120 | 90 - 95 |
Residu Pembakaran | Sangat Rendah (Bersih) | Tinggi (Karbon & Partikulat) |
Sifat Jika Bocor | Menguap ke atas (Lebih aman) | Menggenang di bawah (Rentan api) |
Satuan Harga | LSP (Liter Setara Premium) | Liter |
Dengan angka oktan yang melampaui 120, GasKu memberikan performa pembakaran yang jauh lebih efisien dibandingkan bahan bakar cair standar. Selain itu, sifat gas alam yang lebih ringan dari udara memastikan tingkat keamanan operasional yang lebih tinggi. Jika terjadi kebocoran pada sistem, gas akan segera terdispersi ke atmosfer secara vertikal, bukan menggenang di permukaan tanah yang berisiko memicu kebakaran.
Harga Gasku di seluruh Indonesia saat ini adalah Rp 4.500 per LSP (liter setara premium).
Untuk dapat menggunakan Gasku, kendaraan harus memasang converter kit (C-Kit). Pemasangan C-Kit dapat dilakukan di bengkel-bengkel yang sudah tersertifikasi. Untuk informasi bengkel dan pemasangan dapat menghubungi SPBG terdekat
Banyak yang mengira beralih ke BBG berarti harus membongkar total mesin bawaan pabrik. Padahal, proses transisinya ibarat menanamkan "sistem pencernaan cadangan" ke dalam tubuh kendaraan Anda. Melalui sistem Bi-Fuel, mobil Anda tetap bisa meminum bensin seperti biasa, sekaligus memiliki kemampuan mengonsumsi gas alam secara bergantian.
Kunci dari transisi ini terletak pada instalasi perangkat yang disebut Converter Kit. Berikut adalah syarat teknis yang perlu diperhatikan:
Instalasi Converter Kit wajib dilakukan di bengkel resmi bersertifikasi atau melalui mitra teknis yang ditunjuk langsung oleh PGN Gagas. Pekerjaan ini mencakup penambahan injektor gas, regulator tekanan, jalur pipa berstandar khusus, hingga kalibrasi ECU. Teknisi ahli memastikan seluruh sambungan (fitting) terpasang presisi dan mematuhi standar keselamatan tingkat tinggi.
Mengubah kebiasaan konsumsi bahan bakar pada armada kendaraan atau operasional mesin memang butuh pertimbangan matang. Namun, saat anggaran harian mulai tergerus oleh tingginya harga BBM, melakukan efisiensi bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah keharusan untuk bertahan.
Beralih menggunakan GasKu ibarat mengganti bohlam pijar tua dengan lampu LED mutakhir di rumah Anda. Adaptasi di awal mungkin butuh sedikit penyesuaian untuk instalasi, namun penghematan biaya dan keawetan mesin yang Anda dapatkan akan langsung terasa meringankan arus kas dalam jangka panjang.
Berikut adalah empat keuntungan nyata mengapa konversi ke bahan bakar gas (BBG) ini sangat direkomendasikan:
Performa Tarikan Mesin Optimal: Berkat angka oktan (RON) yang menembus level 120, proses pembakaran di dalam mesin menjadi sangat responsif. Anda akan merasakan tarikan kendaraan yang lebih bertenaga dan terhindar dari masalah mesin ngelitik (knocking).
Membayangkan gas bumi dimasukkan ke dalam tabung kendaraan mungkin terdengar rumit secara teknis. Namun, proses kompresi GasKu ini sebenarnya mirip seperti mengemas tumpukan selimut tebal menggunakan kantong vakum (vacuum bag) untuk traveling. Ruang kosongnya ditekan habis sehingga selimut menyusut padat dan mudah dimasukkan ke dalam koper kecil, tanpa merusak kainnya.
Prinsip yang sama diterapkan pada teknologi Compressed Natural Gas (CNG). Gas alam dimampatkan hingga tekanan 200 bar agar volumenya mengecil secara signifikan. Hal ini memungkinkan gas disimpan secara efisien di dalam tabung kendaraan tanpa perlu repot mengubah wujudnya menjadi benda cair.
Untuk menjamin performa dan keselamatan pengguna, PGN Gagas mengimplementasikan serangkaian teknologi presisi berikut ini:
Efisiensi yang ditawarkan oleh bahan bakar gas sebenarnya terbuka untuk semua kalangan pengguna. Namun, bagi sektor usaha dengan mobilitas tinggi, mengadopsi GasKu ibarat menyuntikkan vitamin ke dalam otot perusahaan beban pengeluaran finansial langsung menyusut, sementara "stamina" produktivitas justru meningkat tajam.
Lalu, sektor mana saja yang menjadi fokus utama dan berpotensi meraih keuntungan terbesar dari transisi energi ini?
Untuk memastikan kenyamanan mobilitas penggunanya, PGN Gagas terus mengekspansi ketersediaan infrastruktur Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) di berbagai wilayah strategis. Jalur distribusi GasKu dirancang berada sedekat mungkin dengan pusat mobilitas transportasi publik dan industri. Berikut adalah gambaran aksesibilitasnya:
Perluasan Jaringan Masif: Untuk mengimbangi percepatan transisi energi, PGN Gagas berkomitmen menambah titik suplai baru di berbagai kota potensial agar jangkauan akses bahan bakar gas semakin merata.